Meningkatkan Skill Agar Menjadi Software Engineer yang Bersaing
Passion is never enough; neither is skill — Toni Morrison
May 17, 2020
Saat ini Indonesia sedang menghadapi pemasalahan di mana permintaan industri akan software engineer tidak sebanding dengan jumlah talent yang dibutuhkan dan siap dipakai oleh industri. Ken Ratri, Founder Geekhunter menyatakan ada lebih banyak lowongan pekerjaan daripada talent teknologi untuk mendukung pertumbuhan startup yang cepat dan untuk mendukung program pemerintah untuk membuat Indonesia 4.0.
Satu contoh yang mana perusahaan startup sekelas Gojek memutuskan untuk membuka kantor di Bangalore, India. CEO Gojek membeberkan alasannya dikarenakan sebagian besar dari software engineer Gojek berasal dari India. Ini dapat diartikan bahwa perusahaan sekelas Gojek masih kekurangan software engineer bertalenta dari Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara juga mengatakan bahwa
“Kualitas pendidikan bidang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Indonesia menempati peringkat ke-8 di Asia Tenggara. Hal itu menyebabkan kekurangan kebutuhan tenaga kompeten industri TIK.”
Lalu apa yang menjadi permasalahan software engineer Indonesia belum mampu bersaing sepenuhnya? Tim Skyshi Digital Indonesia menemukan beberapa faktor yang menjadi permasalahan mengapa software engineer sulit bersaing dan berkembang di industri pekerjaan TI.
1. Ilmu yang diterima di bangku kuliah tidak sama dengan yang digunakan di dunia kerja sebenarnya.
Lead Front-end developer Skyshi Digital Indonesia, Ndaru Andrianto mengatakan bahwa ilmu yang selama ini diajarkan di perguruan tinggi kerap kali berbeda dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Menurutnya sebagian yang diajarkan di perguruan tinggi hanya menganalisis bukan langsung kepada praktik sehingga ketika masuk ke dunia kerja mereka hanya memikirkan hasilnya tanpa melihat seperti apa proses yang lebih efektif dan efisien sehingga mereka tidak terbiasa memahami dan mengerjakan permasalahan secara runtun.
2. Kurangnya sikap open minded
Sebagai seorang software engineer harus bersikap dinamis, agar kedepannya dapat berkembang dengan cepat dimana dan dalam keadaan apapun. Menurut Habib Royni, Lead Back-end developer Skyshi Digital Indonesia, yang sulit berkembang kebanyakan berasal dari talent-talent yang sudah memiliki pengalaman dikarenakan mereka ada kalanya sudah memiliki sisi ideal mereka sendiri.
3. Merasa ilmu yang dimiliki sudah cukup
Perkembangan bidang TI merupakan bidang yang perkembangannya paling cepat. Sering kali software engineer merasa cukup dengan materi-materi yang sudah diberikan di bangku kuliah dan berhenti belajar hal-hal baru. Akibatnya software engineer tersebut akan ketinggalan informasi seputar perkembangan teknologi terkini.
4. Kurang latihan
Seorang software engineer akan mengalami kesulitan dalam mengikuti perkembangan teknologi apabila mereka tidak melatih dirinya dengan mengerjakan soal-soal problem solving.
Feel free to ask any queries if you have or share yours to others. Happy programming! link-source